-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Padang Pariaman

https://www.mardatanews.com/2024/01/hadiri-malam-syukuran-bersama.html

Tag Terpopuler

Jurnalisme Lokal Pariaman Siap Bergulir? Konferensi PWI ke VII Bakal Tetapkan Arah Baru!

Jumat, 23 Januari 2026 | Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T13:58:52Z

Terbit jumat, 23 januari 2026

 Jurnalisme Lokal Pariaman Siap Bergulir? Konferensi PWI ke VII Bakal Tetapkan Arah Baru!


 MardataNews. com-Padang Pariaman-Pada Sabtu (24/01/2026), Balai Kota Pariaman bukan hanya jadi tempat pertemuan – melainkan panggung di mana masa depan jurnalisme lokal Sumatera Barat akan mulai dirumuskan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman akan menggelar Konferensi PWI ke VII, sebuah momen yang berpotensi menjadi titik balik bagi wajah pers di dua daerah pesisir tersebut.

 

Dengan tema “Langkah Baru Membangun Wartawan Profesional yang Beradab dan Bermartabat,” konferensi ini tidak sekadar membawa frasa yang menarik. Ia mengandung janji bahwa profesi wartawan – yang kerap tergoda pragmatisme, tekanan kekuasaan, dan kepentingan sesaat – masih punya kesempatan untuk berdiri tegak, dengan etika sebagai landasan dan integritas sebagai kompas.

 

Secara formal, acara ini bertujuan memilih pengurus baru dan ketua yang profesional serta bertanggung jawab. Namun maknanya jauh lebih dalam: di tengah lanskap media yang sering mengutamakan kecepatan ketimbang ketepatan dan klik ketimbang nurani, PWI ingin menegaskan bahwa jurnalisme bukan tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang paling jujur dan beradab.

 

Hasil konferensi diharapkan memperkuat soliditas internal organisasi. Kekompakan tidak lagi jadi jargon belaka, melainkan kebutuhan mendesak agar wartawan tidak tercerai-berai oleh perbedaan afiliasi, ego profesi, atau persaingan tidak sehat. PWI diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh pewarta di Padang Pariaman dan Kota Pariaman, tanpa sekat yang memecah persatuan.

 

Etika menjadi fokus utama. Konferensi ini mengharapkan agar kode etik jurnalistik tidak hanya jadi dokumen normatif, melainkan hidup dalam praktik sehari-hari. Netralitas akan diuji secara serius, mengingat di daerah, relasi wartawan dengan kekuasaan kerap terlalu dekat. Ke depan, PWI diharapkan menjaga jarak yang sehat – cukup dekat untuk memahami, cukup jauh untuk tetap kritis.

 

Sinergi dengan pemerintah daerah juga jadi salah satu target penting. Bukan kolaborasi yang membatasi fungsi kontrol pers, melainkan kerja sama yang saling menghormati peran masing-masing. Pemerintah membutuhkan pers yang kuat dan independen; pers membutuhkan akses dan keterbukaan. Karya jurnalistik diharapkan jadi penopang pembangunan sebagai cermin, bukan corong.

 

Seruan kepada seluruh pewarta untuk menyukseskan konferensi tanpa membedakan organisasi atau komunitas menandakan kesadaran baru: di balik perbedaan wadah, para wartawan senasib dan sepenanggungan – sama-sama bergulat dengan deadline, risiko, dan tanggung jawab moral kepada publik.

 

Jika berjalan sesuai harapan, Konferensi PWI ke VII tidak hanya akan melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga suasana baru yang memperluas jejaring, memperdalam solidaritas, dan menguatkan marwah profesi. Dari Balai Kota Pariaman, akan ditentukan apakah PWI hanya bertahan sebagai organisasi rutin, atau melangkah jadi kekuatan moral yang menjaga martabat jurnalisme lokal.

 

Waktu akan menjawabnya. Namun satu hal pasti – konferensi ini adalah momentum emas yang hanya akan bernilai jika ditangkap dengan kesadaran, keberanian, dan komitmen untuk berubah. 


Penuli:Oleh: Syafrial Suger 

herry suger

 

 

Bolasport

×
Berita Terbaru Update