Satu Tahun JKA–Rahmat: Padang Pariaman Tumbuh Kembali dari Bencana – Prestasi Bersinar, Solidaritas Menguat
MardataNews. com--Di tengah berbagai capaian pembangunan, ujian besar menghadang pada penghujung 2025. Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera, dengan Padang Pariaman termasuk daerah terdampak berat. Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan kerugian sekitar Rp3,65 triliun, dengan 52 titik longsor, 77 titik banjir, 56 jembatan rusak, serta ribuan hektare sawah terdampak.
Dalam situasi darurat, Bupati John Kenedy Azis (JKA–Rahmat) hadir langsung di garda terdepan. Distribusi logistik dilakukan hingga ke wilayah terisolasi seperti Korong Sipisang Sipinang, sementara lobi strategis ke pemerintah pusat menghasilkan dukungan konkret, antara lain:
- 74 unit hunian sementara (huntara) di Asam Pulau dan Batang Anai yang diresmikan Januari 2026.
- Dukungan dana pusat sekitar Rp500 miliar (tahap awal Rp204 miliar) untuk normalisasi 12 titik Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) prioritas, guna memulihkan layanan air bersih sebelum Lebaran 2026.
Dukungan Nasional dan Solidaritas Pusat
Respons cepat pemerintah daerah menarik perhatian nasional. Sejumlah menteri melakukan kunjungan langsung ke Padang Pariaman, bahkan Presiden RI Prabowo Subianto turut hadir dalam masa tanggap darurat.
Audiensi intensif Bupati JKA di Jakarta menghasilkan dukungan pemulihan infrastruktur, termasuk usulan pembangunan 237 unit hunian sementara tambahan bagi warga terdampak di 16 nagari.
Prestasi di Tengah Tantangan
Meski diterjang bencana, konsistensi birokrasi tetap membuahkan pengakuan nasional dan regional:
- Informasi dan Komunikasi: Anugerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 atas komitmen mendukung kemerdekaan pers dan keterbukaan informasi.
- Tata Kelola Keuangan: Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-12 serta penghargaan Kantor Pelayanan Pajak Negara (KPPN) atas pengelolaan Dana Desa dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik terbaik.
- Kesehatan & Sanitasi: Deklarasi Open Defecation Free (ODF) serta sertifikat eliminasi Filariasis dan bebas Frambusia.
- Kebudayaan: Pengakuan nasional Makam Syekh Burhanuddin sebagai Cagar Budaya Nasional, serta penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) untuk tradisi Katumbak, Maniliak Bulan, dan Indang Tigo Sandiang.
Peran Sosial PKK dan Sinergi Masyarakat
Dalam pembangunan dan penanganan bencana, Tim Penggerak PKK menjadi kekuatan sosial penting. Program bedah rumah, motivasi sosial, bantuan kemanusiaan, hingga inisiatif seperti Zero Pasung dan Zero Doses memperkuat kesejahteraan keluarga. Saat bencana melanda, jajaran PKK turun langsung hingga ke pelosok nagari, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan persoalan sosial tetap terpantau.
Dukungan elemen masyarakat — mulai dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, unsur Forkopimda, perguruan tinggi, hingga komunitas — menjadi energi kolektif yang memperkuat kepemimpinan JKA–Rahmat dalam menahkodai Padang Pariaman.
Satu Tahun sebagai Pijakan Awal
Satu tahun pertama kepemimpinan JKA–Rahmat bukanlah garis akhir, melainkan fondasi awal pembangunan jangka panjang Padang Pariaman. Gaya kepemimpinan yang aktif, responsif, dan dekat dengan masyarakat menghadirkan optimisme baru. Pembangunan fisik mulai bergerak, nilai sosial diperkuat, ekonomi rakyat berangsur bangkit, dan solidaritas masyarakat semakin teruji.
Sebagaimana kerap ditegaskan Bupati John Kenedy Azis, tujuan pembangunan bukan hanya kemajuan infrastruktur, tetapi menghadirkan Padang Pariaman yang kuat secara sosial, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
kutipan Rilis Tim Kominfo Padang Pariaman
Penulis:Amar Piliang
