-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Padang Pariaman

https://www.mardatanews.com/2024/01/hadiri-malam-syukuran-bersama.html

Tag Terpopuler

Risiko Mengintai! Warga Padang Pariaman Penyeberangan Pakai Rakit, Jembatan Bailey Akan Dibangun Awal April

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T01:15:53Z

Terbit jumat, 20 maret 2026
 

Risiko Mengintai! Warga Padang Pariaman Penyeberangan Pakai Rakit, Jembatan Bailey Akan Dibangun Awal April



MardataNews. com-PADANG PARIAMAN - Akses vital penghubung tiga nagari di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, yakni Nagari Kayu Tanam, Nagari Anduriang, dan Nagari Guguak, masih dalam kondisi terputus sejak Jembatan Anduriang ambruk akibat banjir bandang dan galodo yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Bencana hidrometeorologi itu tidak hanya merobohkan jembatan utama, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur di sekitarnya. Akibatnya, sekitar 30 ribu warga terdampak, terutama dalam hal mobilitas dan aktivitas ekonomi harian, termasuk distribusi hasil pertanian ke pasar.

Warga Andalkan Rakit Darurat, Risiko Keselamatan Mengintai

Sejak putusnya jembatan, warga terpaksa menggunakan rakit sederhana berbahan drum sebagai sarana penyeberangan darurat. Meski membantu memangkas jarak tempuh dan biaya transportasi, fasilitas ini dinilai jauh dari standar keselamatan.

Ketua Pemuda Nagari Anduriang, Afrizal, menyebutkan bahwa inisiatif pembuatan rakit berasal dari para pemuda setempat sebagai solusi sementara.

“Awalnya jembatan ini putus, lalu kami pemuda berinisiatif membuat rakit supaya masyarakat tidak perlu memutar jauh. Ini bisa menghemat waktu dan bahan bakar,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan penyeberangan tersebut bersifat sukarela dengan biaya seikhlasnya. “Ada yang bayar Rp5.000, ada Rp2.000, bahkan ada yang gratis seperti anak sekolah,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui risiko keselamatan tetap tinggi, terutama saat kondisi arus sungai tidak stabil.

Pemerintah Bangun Jembatan Bailey Darurat

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama unsur Polda Sumatera Barat dan Korps Brimob bergerak cepat dengan merencanakan pembangunan jembatan darurat jenis Bailey.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan bahwa pembangunan akan dimulai pada awal April sebagai langkah percepatan pemulihan akses warga.

“Alhamdulillah, atas bantuan dari Bapak Kapolda melalui Komandan Brimob, di Anduriang ini akan kita bangun jembatan Bailey. InsyaAllah awal April kita laksanakan,” ujarnya.

Jembatan darurat ini diproyeksikan menjadi akses penting yang kembali menghubungkan Pasar Kayu Tanam dengan wilayah sekitarnya, sehingga dapat memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh.

Konstruksi 60 Meter, Antisipasi Banjir Susulan

Dansat Brimob Polda Sumbar, Lukman Syafri Dandel Malik, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey dilakukan sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi pascabencana.

Bentangan sungai yang akan dilalui jembatan telah diukur sekitar 40 meter. Dua unit jembatan Bailey masing-masing sepanjang 30 meter akan digabungkan sehingga membentuk total panjang sekitar 60 meter dengan lebar 4 meter.

Sebelum pemasangan struktur utama, tim teknis akan membangun pondasi di kedua sisi sungai dengan peninggian hingga 2–3 meter guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

Proses pemasangan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu setelah pondasi selesai dibangun.

Harapan Warga: Akses Segera Pulih

Di tengah kondisi darurat yang masih berlangsung, warga berharap pembangunan jembatan dapat segera rampung agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian kembali normal.

“Kalau harus memutar jauh, sangat menyulitkan. Risikonya juga besar. Harapan kami jembatan segera selesai,” ungkap salah seorang warga, Syamsuwir.

Hingga saat ini, masyarakat masih bergantung pada rakit darurat sambil menunggu realisasi jembatan permanen yang lebih aman dan berkelanjutan dari pemerintah.


Kutipan Rilis kominfo Padang Pariaman
Penulis:Amar Piliang

Bolasport

×
Berita Terbaru Update