Terbit Selasa, 3 Maret 2026 12:00 WIB
ULANG TAHUN PUTRA, KETUA DPRD PADANG PARIAMAN PILIH BERBAGI BERSAMA ANAK PANTI
MardataNews.com - Lubuk Alung/Padang Pariaman – Saat langit mulai memerah, sebuah mobil berhenti di depan Panti Asuhan Bakti. Turun dari dalamnya Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd, M.Pd, AIFO, bersama istrinya Yona Ariska dan anak-anak mereka.
Pada Hari Minggu (01/03/2026), ia datang dengan senyum tenang. Agenda sore itu bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan silaturahmi dengan makna lebih dalam – merayakan ulang tahun putra pertamanya, Arya, bersama anak-anak panti.
Di banyak keluarga, ulang tahun dirayakan dengan kue, lilin, dan foto bersama. Namun Aprinaldi memilih jalan berbeda: mengajak Arya merayakan hari kelahirannya bersama 25 anak Panti Asuhan Bakti, yang tumbuh tanpa kehadiran utuh orang tua di sisi mereka.
Pilihan ini berasal dari pengalaman pribadinya. Bertahun-tahun silam, Aprinaldi kehilangan ibunya ketika masih belia. Ia paham betul rasa kehilangan, bagaimana rasanya berbuka puasa tanpa suara ibu dari dapur, atau merayakan ulang tahun tanpa doa yang dibisikkan di telinga. Kenangan itu kembali menyapa pada sore hari itu.
Aprinaldi duduk sejajar dengan anak-anak panti, membagikan sembako, makanan berbuka, dan amplop santunan. Ia tampil bukan sebagai pejabat yang menjalankan tugas sosial, melainkan sebagai seorang anak yang pernah merasakan getirnya kehilangan.
Di sisinya, Arya juga duduk bersama anak-anak panti. Tak ada lilin ulang tahun yang dinyalakan – yang terdengar hanya lantunan azan Maghrib dan doa bersama sebelum menyentuh hidangan. Di situlah pelajaran yang ingin disampaikan: kebahagiaan tidak selalu datang dari apa yang diterima, melainkan dari apa yang bisa diberikan.
Anak-anak panti tersenyum ceria saat menikmati makanan. Di antara doa-doa mereka, mungkin terselip harapan agar kebaikan kembali kepada orang yang telah berbagi, dan agar ibunda Aprinaldi yang telah pergi mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Air mata yang menggenang di pelupuk mata Aprinaldi bukanlah air mata duka, melainkan air mata syukur. Dari luka masa lalu tumbuh kepedulian, dan dari kehilangan lahir kepekaan terhadap sesama.
Kutipan Rilis Media
Penulis : Amar Piliang
