-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Padang Pariaman

https://www.mardatanews.com/2024/01/hadiri-malam-syukuran-bersama.html

Tag Terpopuler

Klarifikasi Resmi: Kematian Pasien di RS Aisyiyah Disebabkan Komplikasi Atonia Uteri, Penanganan Sudah Sesuai SOP

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T12:02:34Z

Terbit Rabu,15 April 2026

Klarifikasi Resmi: Kematian Pasien di RS Aisyiyah Disebabkan Komplikasi Atonia Uteri, Penanganan Sudah Sesuai SOP


MardatNews. com-PADANG PARIAMAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang pasien pascaoperasi di RS Aisyiyah Pariaman. Berdasarkan hasil penjelasan dari pihak rumah sakit, kematian pasien disebabkan oleh komplikasi medis berupa atonia uteri, salah satu kondisi kegawatdaruratan dalam bidang obstetri,Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Rabu, 15/4/2926.


Direktur RS Aisyiyah Pariaman, dr. Tri Wijayanto, MARS, FISQua, menjelaskan bahwa pasien mengalami perdarahan beberapa jam setelah operasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh atonia uteri, yaitu kegagalan rahim untuk berkontraksi setelah persalinan, yang dapat memicu perdarahan hebat dan mengancam nyawa.


Tim medis, lanjutnya, telah melakukan penanganan sesuai dengan standar profesi dan prosedur operasional yang berlaku. Penanganan awal dilakukan melalui terapi medikamentosa menggunakan obat uterotonika guna merangsang kontraksi rahim. Namun, karena tidak memberikan respons yang kuat, tindakan dilanjutkan dengan prosedur operatif berupa relaparotomi sebagai upaya maksimal untuk menghentikan perdarahan.


Seiring dengan kondisi pasien yang membutuhkan perawatan intensif lanjutan, pihak rumah sakit kemudian melakukan rujukan ke RSUD Padang Pariaman sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan.


Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Efriyeni, M.Kes, menyampaikan bahwa pasien telah mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan, termasuk transfusi darah serta pemantauan intensif di ruang ICU. Meski telah dilakukan berbagai upaya maksimal, pasien yang menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 22 jam tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.


Pihak RS Aisyiyah Pariaman menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan standar profesi dan prinsip penyelamatan nyawa (life-saving). Kematian pasien disimpulkan sebagai akibat komplikasi medis berupa syok hemoragik berat yang dalam kondisi tertentu tidak selalu dapat dicegah.


Sementara itu, Ketua POGI Sumatera Barat, dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG Subsp. Urogin Re, menegaskan bahwa tenaga medis yang menangani pasien telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).


“Dalam kondisi kegawatdaruratan seperti ini, langkah yang diambil tenaga medis sudah tepat. Dokter telah bekerja sesuai SOP, dan dalam situasi serupa, tenaga medis lainnya juga akan melakukan tindakan yang sama,” tegasnya.


Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan medis kepada tenaga kesehatan yang kompeten serta memahami bahwa kondisi kegawatdaruratan obstetri memiliki risiko tinggi yang tidak selalu dapat dihindari.


Kutipan Rilis kominfo Padang Pariaman

Penulisan:Amar Piliang

Bolasport

×
Berita Terbaru Update