Basapa Syekh Burhanuddin: Menyatukan Iman, Budaya, dan Harapan Ekonomi di Tanah Minang
MardataNews. com-PADANG PARIAMAN – Tradisi Basapa bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah pilar utama dalam pengembangan wisata religi, edukasi sejarah Islam, serta penjaga luhurnya warisan budaya Minangkabau yang agung.
"Basapa membawa dampak meluas: tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menggeliatkan roda perekonomian, mempererat ikatan sosial, dan mewujudkan kearifan lokal yang wajib kita lestarikan bersama," ujarnya dengan penuh harap.
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Barat, Edi Dharma, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya tradisi ini. Ia menilai Basapa adalah aset berharga yang memiliki potensi gemilang untuk terus dikembangkan ke kancah yang lebih luas.
Menurutnya, momentum ini adalah penghormatan tertinggi bagi jasa Syekh Burhanuddin dalam menyebarkan cahaya Islam di Sumatera Barat, sekaligus menjadi sarana memperkokoh jiwa religius masyarakat.
"Kegiatan ini sangat istimewa karena menyatukan tiga kekuatan besar: agama, budaya, dan kesejahteraan ekonomi. Kuncinya terletak pada sinergi tanpa batas antara pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, pelaku usaha, dan media. Bersama-sama kita kelola kawasan ini agar semakin bermutu dan memberi manfaat nyata bagi rakyat," tegasnya.
Rangkaian Tradisi Basapa Tahun 2026 akan dijalankan dalam dua tahap sakral, yaitu Sapa Gadang dan Sapa Ketek, yang dijadwalkan berlangsung setiap hari Rabu di bulan Safar. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen menjaga warisan leluhur ini agar tetap menjadi simbol syiar Islam yang luhur, benteng budaya Minangkabau, serta mesin penggerak ekonomi masyarakat melalui wisata religi yang berkelas dan bermartabat.
(Diskominfo Padang Pariaman)
Penulis:Amar Piliang
