Lebih Cepat Sehari! Jembatan Darurat Anduriang Kembali Berfungsi, Jembatan Permanen Rp45,2 Miliar Siap Dikerjakan
MardataNews. com-PADANG PARIAMAN – Kabar gembira bagi warga Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam! Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi mengaktifkan kembali jembatan darurat setempat, menyusul selesainya pekerjaan normalisasi Sungai Batang Anai. Langkah ini mengembalikan kelancaran mobilitas warga, sekaligus menjadi solusi sementara hingga pembangunan jembatan permanen direalisasikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menjelaskan jembatan darurat bisa difungsikan lebih cepat dari rencana berkat kerja sama erat dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat. Awalnya akses ini diperkirakan baru bisa dipakai tiga hari, namun berkat koordinasi lintas instansi, pembukaan berhasil dilakukan hanya dalam waktu dua hari.
"Kami percepat agar aktivitas warga, terutama pelajar, pekerja, dan pengguna kendaraan roda dua, segera kembali normal tanpa harus menunggu lebih lama," ujarnya.
Saat ini jembatan darurat sudah beroperasi dan akan terus disempurnakan secara bertahap, di antaranya penambahan pagar pengaman di kedua sisi guna meningkatkan keselamatan. Untuk tahap awal, jembatan hanya boleh dilalui pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan roda tiga seperti becak; kendaraan roda empat belum diizinkan mengingat konstruksinya yang masih bersifat sementara.
Pemerintah juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas. Jalur ini merupakan akses vital yang setiap harinya dipakai lebih dari 2.000 kendaraan, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama selama masa transisi.
Sebagai solusi jangka panjang, BPJN telah menyiapkan pembangunan jembatan permanen senilai Rp45,2 miliar bersumber dari APBN. Jembatan ini dirancang sepanjang 140 meter dengan dua bentang masing-masing 70 meter, lebar 6 meter, dan menggunakan konstruksi rangka baja, ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Nantinya, jembatan baru ini akan memulihkan konektivitas secara menyeluruh dan melayani kebutuhan lebih dari 40 ribu warga yang bergantung pada jalur tersebut.
Pemkab Padang Pariaman menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana merupakan wujud nyata komitmen menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat diharapkan melahirkan infrastruktur yang aman, tangguh, dan bermanfaat jangka panjang.
Kutipan Rilis Berita kominfo Padang Pariaman.
PenulisAmar Piliang.
