Terbit kamis,10 September 2026.
Medan Sulit & Air Terbatas: Tantangan Berat Proses Pemadaman Kebakaran di Panyubarangan
MardataNews.com - DHARMASRAYA - Kebakaran lahan melanda kawasan Hulu Sungai Palimauan, Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Peristiwa yang bermula sejak Selasa (8/9/2026) sore ini menghanguskan sekitar 30 hektare lahan.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso WP, S.I.K., M.A.P., M.H., bersama personel Polres, Polsek, pemerintah nagari serta warga setempat turun langsung melakukan mitigasi dan pemadaman pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dari luas lahan yang terbakar itu, sekitar satu hektare berisi tanaman sawit berusia sekitar lima tahun, dengan diperkirakan 100 batang ikut terdampak hangus. Hingga saat ini, identitas pemilik lahan tersebut belum diketahui.
Petugas berhasil memadamkan api secara menyeluruh, namun personel tetap melakukan pemantauan ketat di lokasi guna memastikan tidak ada sisa bara yang kembali berkobar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Kebakaran diduga bermula dari rambatan api lokasi sebelumnya maupun pembakaran rumput dan ilalang kering yang mudah terbakar di tengah kondisi musim kemarau. Tiupan angin kencang turut menjadi faktor penyebaran api yang cepat dan berpotensi menyala kembali.
Upaya pemadaman sendiri tak berjalan mudah. Petugas harus menempuh lokasi dengan medan yang jauh serta sulit dijangkau. Persoalan bertambah karena keterbatasan sumber air — sungai di sekitar lokasi pun mengalami kekeringan. Kendaraan pemadam kebakaran pun tak bisa mencapai titik kejadian, sehingga seluruh penanganan dilakukan menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lapangan.
Pihak Polres Dharmasraya terus berkoordinasi erat dengan pemerintah nagari serta tim Damkar Kecamatan Timpeh untuk penanganan lanjutan dan pemantauan pascakebakaran.
Kapolres pun kembali mengimbau seluruh masyarakat agar berhenti membakar lahan saat membuka maupun membersihkan lahan, terlebih di tengah musim kemarau yang sangat berisiko ini. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Hingga kegiatan mitigasi selesai dilaksanakan, situasi di lokasi kebakaran dinyatakan aman dan terkendali.
Kutipan Rilis media.
Penulis:Amar Piliang
