PEMERINTAH SERAHKAN SANTUNAN AHLI WARIS KORBAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI PADANG PARIAMAN
Acara penuh kesedihan berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (17/01/2026)
MardataNews. Com- Pariaman Acara penyerahan santunan kepada ahli waris korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Padang Pariaman berlangsung pada Sabtu (17/01/2026) di Rumah Dinas Bupati. Acara dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, SH., MH, Sekretaris Daerah, Kepala Bidang Keuangan, jajaran OPD Kabupaten Padang Pariaman, serta perwakilan Kementerian Sosial yang melakukan kunjungan kerja ke daerah.
Sebelum acara resmi dimulai, seluruh peserta bersama-sama membaca doa syariat Islam sebagai bentuk penghormatan kepada korban yang meninggal dunia akibat bencana. Beberapa ahli waris yang hadir tidak dapat menahan air mata saat merenungkan kehilangan keluarga tersayang – ada yang kehilangan pasangan hidup, ada juga yang ditinggalkan oleh orang tua.
Wakil Gubernur Vasco: "Ini Bukan Acara Seremonial Biasa"
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menyampaikan, "Sebenarnya ini bukan hari yang kita inginkan dan bukan acara seremonial biasa. Kami terus mengucapkan doa kepada Allah SWT untuk keluarga yang ditinggalkan – baik yang kehilangan ayah, ibu, nenek, atau anak. Semoga kedukaan ini dapat membawa makna bagi kita semua.
Bantuan dari pemerintah, baik tingkat kabupaten, Polisi, maupun Tentara, tidak dapat menghilangkan rasa sedih, namun kami memahami duka yang dialami keluarga yang ditinggalkan. Sebagaimana disampaikan melalui arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan membantu membangun rumah sementara bagi mereka yang tidak dapat tinggal di rumahnya, beserta bantuan Dana Harian (DTH) bulanan hingga rumah permanen selesai. Bagi yang ingin mendapatkan rumah permanen, pemerintah akan menyediakan baik rumah maupun tanahnya."
Bupati Ajo JKA Jelaskan Detail Bantuan, Sampaikan Pengalaman Pribadi
Bupati Padang Pariaman yang akrab disapa Ajo JKA menjelaskan bahwa pada hari ini ada 13 ahli waris yang menerima bantuan. Meskipun status darurat resmi ditutup pada tanggal 21 Desember 2025, upaya penanganan bencana masih terus berjalan sebagai bukti bahwa pemerintah hadir dalam setiap kesulitan masyarakat.
"Pemerintah akan menanggulangi permasalahan rumah korban yang rusak berat dengan menggantinya senilai Rp115.000.000," ujar Bupati. Selain itu, ada juga bantuan sebesar Rp15.000.000 untuk perbaikan rumah yang rusak ringan hingga sedang, Rp3.000.000 untuk penggantian perabotan yang rusak atau hilang, serta Rp5.000.000 untuk bantuan ekonomi dari Kementerian Sosial.
"Kompensasi sebesar Rp60.000.000 juga akan diberikan oleh BNPB," tambahnya. Penerima dapat memilih untuk membangun rumah sendiri jika memiliki tanah aman (bebas banjir dan longsor), atau menerima tanah dan rumah dari pemerintah. Semua bantuan berdasarkan data valid yang telah tercatat dalam Rencana Tindak Penanggulangan Bencana (RTKP) melalui verifikasi wali nagari dan camat.
Selama sesi tanya jawab dengan ahli waris, Bupati terlihat sangat sedih dan bahkan sulit menyampaikan rasa kesedihannya ketika menceritakan kisah saudaranya yang meninggal pada bencana banjir bandang dan tsunami tahun 2025 di Padang Pariaman. Walaupun dikenal tegas, ia menunjukkan perhatian mendalam kepada masyarakatnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan janji untuk memfasilitasi pekerjaan bagi anak salah satu korban bencana di lingkungan Dinas Pemerintah Padang Pariaman. Selain itu, ia menyampaikan permintaan agar tamu kehormatan Pak Joni (yang juga memiliki acara bersama istrinya) diberikan kesempatan untuk berbicara.
Pemberian bantuan dilakukan secara simbolis dengan suasana yang penuh duka. Wakil Gubernur juga memberikan bantuan tambahan sebesar Rp1 juta kepada kurang lebih 12 orang penerima. Pemerintah tengah mencari lahan aman di daerah Asam Pulau dan sekitar bandara untuk tempat tinggal korban, dengan menjamin tidak akan menimbulkan beban hutang.
Penulis: Amar Piliang

