Terbit, 15 April 2026
Gerakan Cinta Sesama: Rumah Rp25 Juta Dibangun untuk 3 Yatim, Rani Kembali ke Sekolah
MardataNews. com-PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama berbagai lembaga dan komunitas sosial menunjukkan kepedulian nyata dengan menginisiasi pembangunan rumah layak huni bagi tiga anak yatim piatu di Korong Ladang Laweh, Nagari Sicincin, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya dilakukan asesmen lapangan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) atas instruksi Dinas Sosial P3A. Kolaborasi ini melibatkan Baznas, LKKS, kepolisian, Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA), serta pemerintah kecamatan dan nagari.
Pada tahap awal, bantuan berupa sembako, perlengkapan dapur, dan uang tunai Rp2 juta dari ASPILA telah disalurkan. Kini, dalam tahap lanjutan, Baznas menggelontorkan dana Rp25 juta melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pembangunan rumah baru bagi Rani Rafika Dewi dan kedua adiknya. ASPILA kembali menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp2 juta.
Ketua LKKS Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menyampaikan bahwa intervensi ini bukan hanya soal bangunan, melainkan komitmen menjamin masa depan anak-anak tersebut.
“Rani sempat putus sekolah saat kelas 5 SD karena harus menjadi tulang punggung keluarga. Namun kini ia sudah didaftarkan kembali lewat program kesetaraan. Kami berkomitmen mendukungnya sampai SMA, bahkan kuliah jika memungkinkan,” ujar Nita.
Ia menjelaskan, bantuan ini bersifat komprehensif. Selain rumah, juga disiapkan lapangan kerja sementara agar Rani bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa meninggalkan sekolah, serta beasiswa untuk pendidikan ke depannya. Pembangunan rumah pun akan mengedepankan semangat gotong royong warga setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A, Siska Primadona, menjelaskan kasus ini pertama kali dilaporkan masyarakat pada 10 April 2026. Mendapat laporan kondisi memprihatinkan tersebut, pemerintah segera bergerak cepat melakukan penanganan.
“Kami langsung turun memberikan bantuan darurat dan menggalang kolaborasi lintas sektor. Penanganannya tidak hanya fisik, tapi juga pendampingan psikologis karena mereka kehilangan hak bermain dan bersosialisasi sebagai anak-anak,” jelas Siska.
Program terpadu ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam menolong sesama secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kutipan Rilis Diskominfo Padang Pariaman
Penulis:Amar Piliang
