Terbit Rabu, 15 April 2026
Lokasi Sempit & Sering Macet, Pengamat: Pembangunan Baru GOR HAS Sebaiknya Dipindah ke Sikabu Lubuk Alung
MardataNews.com-PADANG -Rabu, 15 April 2026.Rencana pembangunan atau renovasi Stadion GOR Agus Salim (HAS) di tengah kota kembali menuai tanggapan beragam. Kali ini, seorang tokoh masyarakat yang akrab disapa Uda Doktor memberikan pandangan kritis dan menawarkan konsep baru yang dinilai lebih menguntungkan bagi masyarakat luas.
Menurutnya, jika dipikirkan secara jangka panjang, lokasi GOR HAS saat ini dinilai sudah tidak feasible atau tidak layak lagi untuk dijadikan stadion bertaraf besar. Alasannya, lahan yang sempit, berada di tengah pemukiman padat penduduk, serta sering memicu kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Usul Diubah Jadi Taman Kota & Pusat Kuliner
Alih-alih membangun stadion baru di lokasi yang sama, Uda Doktor mengusulkan agar area tersebut diubah fungsi menjadi Taman Hijau Kota yang modern dan nyaman, serta diintegrasikan dengan Pusat Kuliner.
"Kebutuhan masyarakat Kota Padang sekarang ini lebih berat kepada fasilitas publik berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kota kita ini kekurangan taman kota untuk refreshing keluarga atau olahraga ringan," ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Ia menilai, manfaat taman kota jauh lebih inklusif dan dirasakan setiap hari, mulai dari sarana olahraga, tempat bermain anak, hingga menjadi 'paru-paru kota' yang menyerap polusi dan mencegah banjir.
Sementara itu, jika dikembangkan menjadi pusat kuliner, hal ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, memberikan tempat layak bagi pedagang kaki lima (PKL), serta menjadi destinasi wisata baru yang menarik.
"Proyek Rugi, Penonton pun Sepi"
Lebih jauh, ia menyoroti aspek efisiensi anggaran dan kepraktisan. Ia menilai pembangunan stadion baru di lokasi tersebut tidak efektif.
"Anggaran sampai empat ratusan miliar bahkan miliar untuk membangun stadion, tapi saat pertandingan berlangsung penonton pun sepi. Apalagi masalah parkir, untuk kapasitas 12.000 hingga 15.000 penonton, lokasi ini jelas tidak mendukung dan pasti akan memicu kemacetan parah," tambahnya.
Usul Anggaran Dialihkan ke Lapangan Sikabu dengan Anggaran 400 milyar untuk lapanggan bola sikabu padang Pariaman Provinsi sumatera barat.
Alih-alih memaksakan pembangunan di lokasi yang tidak ideal, Uda Doktor menyarankan agar anggaran yang tersedia justru dialihkan untuk menyelesaikan proyek yang dinilai lebih representatif.
"Sebaiknya anggaran pembangunan GOR HAS dipindahkan untuk finishing atau tahap akhir pembangunan Lapangan Sepak Bola Sikabu, Lubuk Alung. Lokasi tersebut sudah dirancang dengan kapasitas besar hingga 40.000 seat dan memiliki lahan parkir yang memadai," jelasnya.
Menurutnya, hal ini bisa dilakukan secara administrasi keuangan dengan mekanisme adendum atau pergeseran anggaran.
"Kalau mau bangun stadion baru, carilah lokasi yang lapang seperti di Sikabu. Jangan memaksakan di tengah kota yang sudah sesak ini. Biarlah GOR HAS ini cukup untuk latihan dan liga lokal saja," pungkasnya.
Apresiasi Niat Baik, Harapkan Hasil Maksimal
Di sisi lain, Uda Doktor juga mengapresiasi niat baik dari pihak yang mengusulkan anggaran tersebut untuk kemajuan Sumatera Barat.
"Niat dari yang mengusung anggaran untuk Sumatera Barat tersebut sudah baik. Namun, alangkah baiknya jika pembangunan dilakukan pada tempat yang memang selayaknya dibangun, sehingga bisa benar-benar mengharumkan nama Sumatera Barat di mata nasional maupun dunia," tutupnya.
Ia mengajak semua pihak untuk berpikir jernih dan berkolaborasi demi pembangunan Sumatera Barat yang benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Penulis:Tim media
