-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Padang Pariaman

https://www.mardatanews.com/2024/01/hadiri-malam-syukuran-bersama.html

Tag Terpopuler

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Sawah Rusak Dioptimasi Agar Kembali Produktif

Jumat, 17 April 2026 | April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T00:52:46Z

Terbit Jumat, 17 April 2026

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Sawah Rusak Dioptimasi Agar Kembali Produktif


MardataNews. com-PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus bergerak cepat memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Rehabilitasi Lahan Sawah. Program strategis ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian RI.

 

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, Hendra Aswara, menyampaikan bahwa dukungan dari pusat ini menjadi angin segar bagi dunia pertanian di daerahnya.

 

“Dengan komitmen yang kuat, Padang Pariaman menargetkan penyelesaian program ini dalam waktu satu bulan, bahkan kami dorong agar bisa dipercepat menjadi dua minggu untuk hasil yang lebih maksimal,” ujar Hendra.

 

Ia menegaskan, Bupati JKA berkomitmen penuh mengawal proses penyaluran bantuan hingga tuntas, agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh para petani.

 

Detail Anggaran dan Capaian

Untuk memulihkan lahan sawah yang rusak, bantuan dibagi menjadi dua kategori, yaitu penanganan lahan rusak ringan melalui kegiatan Oplah dan lahan rusak sedang melalui kegiatan Rehabilitasi.

 

Untuk pelaksanaan Oplah Bencana, dialokasikan anggaran sebesar Rp2,45 miliar untuk luasan 446 hektare, dengan rincian biaya Rp5,5 juta per hektare yang mencakup perbaikan lahan, irigasi, serta pengolahan tanah.

 

Hingga tanggal 15 April 2026, progres fisik di lapangan telah mencapai 70 persen atau seluas 324 hektare, dengan realisasi keuangan sebesar Rp1,64 miliar.

 

Sementara itu, program Rehabilitasi Sawah juga mulai berjalan. Padang Pariaman mendapatkan tambahan alokasi seluas 198 hektare melalui revisi DIPA pada 19 Februari 2026 dengan total anggaran Rp2,85 miliar.

 

Penyaluran dana tahap awal telah dilakukan sejak 8 April 2026 langsung ke rekening kelompok tani, dengan realisasi mencapai Rp1,98 miliar yang tersalurkan ke 17 kelompok tani. Untuk menjamin kualitas pekerjaan, pengawasan oleh konsultan telah dimulai pada 15 April 2026.

 

Mekanisme Transparan & Swakelola

Seluruh kegiatan ini menggunakan skema dana APBN melalui Tugas Pembantuan. Dana disalurkan langsung dari Kas Negara ke rekening kelompok tani melalui mekanisme SP2D.

 

Pelaksanaan di lapangan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani, sehingga dinilai lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

 

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus memacu waktu pelaksanaan agar seluruh lahan terdampak dapat kembali produktif sesuai target.

 

Kerja sama terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan para petani di Padang Pariaman.

 

Kutipan Rilis Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman

Penulis:Amar Piliang

Bolasport

×
Berita Terbaru Update