-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Padang Pariaman

https://www.mardatanews.com/2024/01/hadiri-malam-syukuran-bersama.html

Tag Terpopuler

Punya Otak Encer tapi Tak Punya Biaya, 12 Siswa Berprestasi Padang Pariaman Menunggu Uluran Tangan Bupati

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB Last Updated 2026-05-21T08:03:05Z


Terbit kamis, 21 Mei 2026,foto Ollahan

Punya Otak Encer tapi Tak Punya Biaya, 12 Siswa Berprestasi Padang Pariaman Menunggu Uluran Tangan Bupati

 

MardataNews.com – PADANG PARIAMAN, Mei 2026 – Kisah perjuangan para siswa berprestasi asal Kabupaten Padang Pariaman menyita perhatian publik. Mereka memiliki potensi luar biasa dan berhasil menembus perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), demi meniti karir dan berbakti bagi kemajuan daerah serta Sumatera Barat di kancah nasional.

 

Namun, impian mulia tersebut kini terancam kandas. Di balik kebahagiaan atas keberhasilan lolos seleksi, tersimpan kekhawatiran besar bagi anak-anak ini untuk melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Dari total 15 siswa berprestasi lulusan SMAN 1 Padang Sago yang diterima di berbagai perguruan tinggi, mayoritas ternyata berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan, 12 di antaranya belum memiliki dana sepeser pun untuk memulai perkuliahan. Padahal, keberhasilan mereka masuk universitas bergengsi ini seharusnya menjadi kebanggaan besar bagi orang tua dan kampung halaman.

 

Salah satu kisah yang paling menyentuh hati adalah perjuangan seorang siswa yang diterima di Jurusan Kedokteran UGM. Demi mengumpulkan bekal pendidikan, siswa ini rela turun ke pasar dan menjual ikan setiap hari. Ia tak lelah berjuang hanya demi mengejar keberkahan dan kesempatan menuntut ilmu di universitas impiannya.

 

Menurut keterangan Kepala Sekolah SMAN 1 Padang Sago, Rabu (20/5/2026), pihaknya sebenarnya telah melaporkan kondisi ini dan memohon solusi kepada Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, SH., MH., sejak bulan lalu. Permohonan ini ditujukan agar para siswa dapat memperoleh bantuan pendidikan melalui program unggulan daerah, yakni "Lokus Top Ten".

 

Kepala Sekolah menjelaskan, kendala yang dihadapi tidak hanya sebatas biaya kuliah, melainkan kebutuhan hidup lainnya yang tak kalah mendesak.

 

“Meskipun biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) sudah terbantu hingga menjadi Rp0, mereka masih menghadapi kebutuhan biaya awal keberangkatan, persiapan tempat tinggal atau kos, perlengkapan kuliah, serta kebutuhan hidup harian selama masa awal perkuliahan. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar perjuangan dan prestasi mereka tidak terhambat oleh keterbatasan biaya,” ungkapnya.

 

Hingga saat ini, para siswa dan pihak sekolah masih menunggu kabar baik serta uluran tangan dari pemerintah daerah. Masyarakat menaruh harapan besar kepada Bupati yang dikenal tegas namun penuh kasih sayang, serta memiliki perhatian tinggi terhadap nasib pendidikan generasi muda penerus daerah.

 

Kepala Sekolah menegaskan akan terus berjuang dan berupaya maksimal agar nama baik sekolah tetap menjunjung tinggi kualitas pendidikan. Ia berharap, perjuangan tulusnya ini kelak dapat membantu mewujudkan mimpi anak-anak Padang Pariaman sukses, serta menjadi teladan pengabdian bagi masyarakat luas.

 

Penulis: Amar Piliang

Bolasport

×
Berita Terbaru Update