Padang Pariaman Siapkan Peta Gastronomi, Angkat Kuliner Lokal Jadi Daya Tarik Wisata & Penggerak Ekonomi Baru!
MardataNews.com-JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya lokal. Salah satu langkah nyata adalah melalui kerja sama dengan Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia dalam penyusunan Peta Gastronomi Kabupaten Padang Pariaman.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman serta tim manajemen Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia.
Kuliner Sebagai Identitas Daerah & Penggerak Ekonomi
Bupati John Kenedy Azis menyampaikan bahwa penyusunan Peta Gastronomi merupakan langkah strategis untuk menggali, mengidentifikasi, mendokumentasikan, sekaligus mengangkat kekayaan kuliner Padang Pariaman agar memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi.
"Padang Pariaman memiliki warisan kuliner yang luar biasa, mulai dari hidangan utama hingga jajanan tradisional khas. Melalui Peta Gastronomi ini, kita ingin memetakan potensi tersebut agar menjadi daya tarik wisata unggulan, menguatkan UMKM lokal, sekaligus menjaga warisan budaya kuliner kita agar tetap lestari," ujar Bupati.
Lebih dari sekadar dokumentasi, hasil pemetaan ini diharapkan menjadi instrumen pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, serta membuka peluang investasi dan memperluas promosi pariwisata.
"Ini adalah upaya kita menjadikan kuliner sebagai bagian penting dari identitas daerah. Kita ingin masyarakat luar mengenal Padang Pariaman bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan rasa, tradisi, dan cerita di balik setiap kulinernya," lanjutnya.
Pemetaan Lengkap: dari Rantai Pasok hingga Rute Wisata Gastronomi
Sementara itu, Executive Director Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, Meilati M. Batubara, menjelaskan bahwa Peta Gastronomi Padang Pariaman nantinya akan disusun sebagai basis data komprehensif mengenai potensi gastronomi daerah, yang mencakup:
Rantai pasok bahan pangan lokal
Keaslian dan sejarah resep tradisional
Profil pelaku usaha kuliner
Produk unggulan daerah
Penyusunan rute wisata gastronomi tematik
"Tujuan kami adalah membantu daerah memetakan identitas rasanya. Dengan peta ini, kuliner Padang Pariaman diharapkan bisa naik kelas, terdata secara terstruktur, dan menjadi bagian sentral dari promosi pariwisata berbasis budaya," jelas Meilati.
Target Rampung Akhir 2026 — Kuliner Menjadi Rantai Ekonomi Pariwisata
Agenda kerja sama ini meliputi riset dan pemetaan kuliner tradisional di seluruh kecamatan, pendataan UMKM dan produk unggulan berbasis bahan pangan lokal, hingga penyusunan media edukasi dan promosi. Hasil pemetaan nantinya akan dituangkan dalam buku panduan serta platform digital Peta Gastronomi, sehingga masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, maupun calon investor dapat dengan mudah mengakses informasi tersebut.
Tidak berhenti pada pemetaan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga akan mendorong integrasi kekayaan kuliner dengan pengembangan wisata tematik dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, kuliner diharapkan menjadi salah satu penggerak utama rantai ekonomi pariwisata — mulai dari petani dan pemasok bahan pangan, pelaku UMKM, pengusaha kuliner, hingga sektor jasa pariwisata.
Penyusunan Peta Gastronomi ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada akhir tahun 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi etalase identitas rasa Padang Pariaman sekaligus panduan eksplorasi kuliner daerah, yang mampu memperkuat promosi pariwisata, meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka peluang investasi, serta memastikan warisan gastronomi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui langkah ini, Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk menjadikan kekayaan budaya dan kuliner bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sebagai kekuatan ekonomi baru dan identitas daerah yang mampu menembus pasar nasional hingga global.
(Kominfo Padang Pariaman)
Penulis:Amar Piliang
