SD Negeri 32 Sungai Jariang Butuh Uluran Tangan Pemerintah Daerah
MardataNews. com-Agam - Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri 32 Sungai Jariang. Sekolah ini mengalami krisis sarana dan prasarana yang mendesak perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Agam dan Dinas Pendidikan. Kondisi ini mengancam proses belajar mengajar dan masa depan generasi muda.
Berdasarkan pantauan media pada hari Rabu, 17 Desember 2025, ditemukan fakta bahwa banyak bangunan sekolah yang rusak parah, ruang kelas yang terbatas, serta fasilitas sanitasi yang tidak layak.
Kepala Sekolah SD Negeri 32 Sungai Jariang, Ibu Buk Boti, S.Pd., mengungkapkan, "Kami sangat kekurangan minimal 2 ruang kelas baru. Bangunan yang rusak di mana-mana, serta sanitasi yang buruk, sangat mengganggu kenyamanan belajar siswa. Jika kondisi ini terus berlanjut, kualitas pendidikan akan menurun dan angka putus sekolah bisa meningkat."
Berikut adalah masalah utama yang mendesak penanganan:
Bangunan sekolah yang rusak dan tidak aman.
Kekurangan ruang kelas (minimal 2 ruang tambahan).
Sanitasi yang tidak layak dan berpotensi mengganggu kesehatan siswa dan guru.
Keterbatasan sarana belajar yang menghambat pengembangan potensi anak.
Ibu Buk Boti juga menambahkan bahwa tanpa adanya intervensi dari pemerintah, kualitas pendidikan di SD Negeri 32 Sungai Jariang akan terus menurun. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan di kalangan anak-anak desa.
Dinas Pendidikan Kabupaten Agam diharapkan segera melakukan survei lapangan, mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi, dan menambah fasilitas yang dibutuhkan. Media juga diharapkan terus menyoroti isu ini agar menjadi prioritas pembangunan daerah.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, SD Negeri 32 Sungai Jariang optimis dapat mencetak generasi unggul yang siap bersaing. Mari wujudkan pendidikan berkualitas untuk semua!
Penulis:Mei Ridwan
