ULANG TAHUN PUTRA, KETUA DPRD PADANG PARIAMAN PILIH BERBAGI BERSAMA ANAK PANTI
MardataNews.Com- Lubuk Alung/Padang Pariaman – Saat langit mulai memerah menyambut sore hari, sebuah mobil berhenti di depan Panti Asuhan Bakti. Turun dari dalamnya Ketua DPRD Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd, M.Pd, AIFO, bersama istrinya Yona Ariska serta anak-anak mereka.
Pada Hari Minggu (01/03/2026), ia tiba dengan senyum tenang. Agenda sore itu bukan sekadar acara buka puasa bersama, melainkan silaturahmi dengan makna lebih mendalam – merayakan ulang tahun putra pertamanya, Arya, bersama anak-anak yang tinggal di panti asuhan tersebut.
Di sebagian besar keluarga, ulang tahun biasanya dirayakan dengan kue, lilin yang dinyalakan, dan sesi foto bersama. Namun Aprinaldi memilih cara yang berbeda: mengajak Arya merayakan hari spesialnya bersama 25 anak Panti Asuhan Bakti, yang tumbuh tanpa kehadiran utuh orang tua di sisi mereka.
Pilihan ini tidak lepas dari pengalaman pribadi beliau. Bertahun-tahun silam, Aprinaldi kehilangan ibunya ketika masih sangat muda. Ia paham betul rasa kehilangan yang mendalam – bagaimana rasanya berbuka puasa tanpa suara ibu yang mengajak dari dapur, atau merayakan ulang tahun tanpa doa hangat yang dibisikkan tepat di telinga. Kenangan mendalam itu kembali menghampirinya pada sore hari itu.
Aprinaldi duduk sejajar dengan anak-anak panti, sambil membagikan paket sembako, hidangan berbuka puasa, serta amplop berisi santunan. Ia tampil bukan sebagai seorang pejabat yang menjalankan tugas sosial, melainkan sebagai seorang anak yang pernah merasakan getirnya kehilangan dan mengerti betul apa yang dibutuhkan oleh anak-anak tersebut.
Di sisinya, Arya juga ikut duduk bersama anak-anak panti. Tak ada lilin ulang tahun yang menyala atau kue yang dipotong – yang terdengar hanya lantunan azan Maghrib yang merdu dan doa bersama yang dipanjatkan sebelum semua orang menyentuh hidangan. Di sinilah pelajaran berharga yang ingin disampaikan kepada putranya: kebahagiaan tidak selalu datang dari apa yang kita terima, melainkan dari apa yang kita sanggup berikan kepada sesama.
Anak-anak panti menunjukkan wajah yang ceria dan bersenang-senang saat menikmati makanan. Di antara doa-doa kecil yang mereka panjatkan, mungkin terselip harapan agar segala kebaikan kembali kepada mereka yang telah berbagi, serta doa agar ibunda Aprinaldi yang telah lebih dulu pergi mendapatkan tempat terbaik di sisi Sang Pencipta.
Air mata yang menggenang di pelupuk mata Aprinaldi pada saat itu bukanlah air mata duka, melainkan air mata syukur yang tulus. Dari luka masa lalu tumbuh sikap kepedulian yang mendalam, dan dari rasa kehilangan lahir kepekaan yang membuatnya selalu dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.
Kutipan Rilis Media
Penulis : Amar Piliang
