Bupati Naik Motor Biasa, Pejabat Tinggi Pakai Lebih Mewah: Gaya Rendah Hati John Kenedy Azis di Program Putar Roda
MardataNews. com-PADANG PARIAMAN – Cara khas dan menyentuh hati ditunjukkan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam menjaring aspirasi warga. Melalui program unggulan Kunjungan Kerja Putar Roda, ia bersama seluruh jajaran pimpinan daerah menyusuri wilayah menggunakan sepeda motor, hingga menjangkau titik terluar yang sulit dilewati kendaraan besar, pada Jumat (1/5/2026).
Ada hal unik dan menjadi perhatian warga di sepanjang perjalanan itu. Berbeda dengan sebagian besar kepala organisasi perangkat daerah yang menggunakan sepeda motor dengan harga dan spesifikasi lebih mahal, Bupati justru tampil sederhana dengan kendaraan biasa yang sama persis seperti yang sering dipakai masyarakat umum. Sikap rendah hati ini dipandang sebagai teladan baik, yang seharusnya diikuti dan dijadikan acuan oleh seluruh pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Bahkan saat mengemudi dan membawa Ketua TP-PKK di belakangnya, kesan kesederhanaan dan keramahan sang pemimpin terasa begitu nyata di mata siapa saja yang melihatnya lewat.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, rombongan yang terdiri dari Ketua TP-PKK, Sekretaris Daerah beserta istri, staf ahli, asisten, kepala OPD, camat, dan unsur terkait lainnya bergerak bersama dalam barisan yang terdiri dari 66 unit sepeda motor. Perjalanan dimulai dari halaman Kantor Bupati menuju wilayah Aur Malintang, dengan berhenti di sejumlah lokasi yang dinilai memerlukan perhatian khusus.
Di sepanjang rute, rombongan meninjau langsung keadaan Jembatan Bailey di Balai Baik, ruas jalan yang terputus total, serta lokasi longsor yang bekas dampak bencana masih terlihat jelas dan mengganggu aktivitas warga. Perjalanan terus berlanjut menuju Korong di Aur Malintang Utara, yang hanya bisa dijangkau lewat jalan tanah yang rusak parah dan berlubang besar—sebuah gambaran nyata betapa sulitnya akses transportasi yang dihadapi penduduk setempat sehari-hari.
Puncak kegiatan berlangsung di Korong Simpang Kampung Tangah, Nagari III Koto Amal Utara. Di sana, Bupati dan seluruh rombongan duduk bersama, berbincang akrab dan mendengarkan langsung apa saja yang disampaikan oleh warga. Suasana berlangsung begitu hangat, seolah tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat yang dipimpinnya.
Pertama Kali Pimpinan Datang Langsung ke Daerah Perbatasan
Wali Nagari III Koto Aur Malintang, Mitra Susanto, yang hadir bersama tokoh masyarakat setempat, mengaku sangat terharu dan berterima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menyebutkan, ini adalah kali pertama sejumlah pemimpin tertinggi daerah berkunjung dan melihat langsung keadaan di nagarinya, yang terletak tepat di perbatasan antara Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.
“Kami sangat bersyukur dan merasa dihargai. Selama bertahun-tahun kami hanya bisa berharap agar ada pihak yang melihat kesulitan kami, dan hari ini harapan itu akhirnya terpenuhi. Nagari kami terdiri dari tiga korong utama, yaitu Simpang Tangah, Lubuak Punguak, dan sekitarnya—seluruhnya berada di wilayah terjauh dan jarang dikunjungi oleh siapa pun dari pusat pemerintahan,” ujarnya dengan nada gembira.
Lebih lanjut, Mitra menjelaskan dampak buruk yang ditimbulkan bencana bagi perekonomian warga. Sektor yang menjadi tumpuan hidup penduduk, yaitu usaha budidaya ikan di kolam dan keramba, rusak habis dan sulit dipulihkan dalam waktu singkat. Saluran irigasi utama yang rusak parah juga membuat ratusan hektare sawah yang dulunya subur kini berubah menjadi lahan kering yang tidak bisa ditanami apa pun. Secara keseluruhan, kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan mencapai hampir Rp7 miliar.
“Dulu daerah ini dikenal luas sebagai pusat pengembangan ikan, dan sebutan itu menjadi kebanggaan kami. Tapi sekarang, nama itu hanya tinggal kenangan. Kami sangat berharap pemerintah daerah mau memperhatikan dan memberikan bantuan, agar mata pencaharian warga bisa bangkit kembali,” harapnya.
Program Putar Roda: Bukti Pemerintah Benar-Benar Hadir
Menanggapi berbagai keluhan dan harapan itu, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa program Putar Roda memang dirancang khusus untuk menjembatani jarak antara pemerintah dan rakyat, sekaligus memastikan bahwa apa yang terjadi di lapangan diketahui dengan tepat dan lengkap oleh para pengambil keputusan.
“Kami sengaja memilih menggunakan sepeda motor karena kendaraan jenis ini bisa menembus jalan yang sempit, rusak, atau sulit diakses kendaraan lain. Menjadi pemimpin bukan berarti hanya bekerja di balik meja dan membaca laporan semata. Kita wajib hadir, melihat sendiri, dan merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mengunjungi seluruh nagari yang ada di wilayah Padang Pariaman. Tujuannya agar tidak ada satu pun persoalan, sekecil apa pun, yang terlewatkan atau tidak mendapatkan penyelesaian yang tepat. Menurutnya, informasi yang diperoleh lewat percakapan langsung jauh lebih akurat dan menggambarkan keadaan sebenarnya, dibandingkan data yang hanya tertulis di atas kertas.
“Segala hal yang diucapkan warga hari ini akan kami catat dengan baik, dan akan dijadikan dasar utama dalam menyusun kebijakan serta rencana pembangunan di masa mendatang,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi yang sangat sulit dialami warga di wilayah tersebut. Meski saat ini pemerintah daerah menghadapi keterbatasan dana akibat kebijakan penghematan dan pemotongan alokasi anggaran, ia menjamin bahwa permasalahan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa tindakan nyata.
“Memang situasi keuangan belum memungkinkan untuk menangani semuanya sekaligus dengan cepat. Namun hal itu bukan alasan untuk berhenti berusaha. Kami akan menyiapkan langkah-langkah pemulihan, dan memasukkan kebutuhan penanganan wilayah ini ke dalam rencana anggaran tahun 2027,” jelasnya dengan tegas.
Sebagai tindak lanjut yang segera dilakukan, ia memerintahkan seluruh kepala dinas dan badan di lingkungan pemerintah daerah untuk mencatat setiap keluhan, memetakan jenis masalahnya, serta merencanakan langkah penyelesaian yang sesuai dan terukur.
“Kehadiran pemerintah harus terasa manfaatnya bagi semua orang, tanpa terkecuali. Kami tidak boleh lengah atau mengabaikan apa yang menjadi hak masyarakat. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan tugas kami adalah mencarikan solusi itu,” pungkas Bupati.
Kunjungan kerja ini ternyata lebih dari sekadar kegiatan rutin pemerintahan. Ia menjadi bukti nyata kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya, di mana pejabat hadir tanpa sekat, menyapa tanpa jarak, dan benar-benar mendengarkan suara dari lapisan masyarakat paling bawah. Di tengah medan yang sulit dan keterbatasan yang ada, program Putar Roda membuktikan satu hal penting: pelayanan publik yang baik dan bermutu dimulai dari keberanian untuk turun langsung dan berada di sisi rakyat.
Kutipan Rilis Berita Kominfo Padang
Pariaman.
Penulis:Amar Piliang
