Dikukuhkan Jadi Datuak Koto Nan Gadang Batuah, Andi Yusman Dipercaya Jaga Adat dan Bimbing Generasi Muda
MardataNews. com. PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya prosesi pengukuhan gala adat yang berlangsung khidmat di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai. Dalam acara tersebut, Andi Yusman resmi dikukuhkan menyandang gelar Datuak Koto Nan Gadang Batuah, sebuah momen yang dinilai sangat penting untuk mempertahankan keberlangsungan nilai-nilai luhur serta ciri khas budaya Minangkabau di tengah perubahan zaman yang terus berjalan cepat.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, beserta para ninik mamak, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya menjaga dan meneruskan warisan leluhur, yang selama ini menjadi landasan kuat tatanan kehidupan sosial dan persaudaraan di lingkungan masyarakat.
Dalam pidatonya, Rahmat Hidayat menyampaikan rasa senang dan penghargaannya karena acara adat yang sarat makna ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Ia menegaskan bahwa penyerahan dan pengukuhan gelar penghulu bukan sekadar kegiatan seremonial biasa atau tradisi yang dijalankan begitu saja. Sebaliknya, hal ini merupakan pemberian amanah yang sangat besar dan berat, yang menuntut tanggung jawab untuk menjaga aturan adat, menyatukan semangat seluruh anggota kaum, serta turut serta mendorong kemajuan dan pembangunan di lingkungan nagari masing-masing.
“Prosesi pengangkatan gala adat ini membuktikan adanya kesepakatan dan tekad bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kearifan yang telah diwariskan turun-temurun. Kedudukan penghulu memiliki peran yang sangat penting dan menentukan, karena mereka adalah pemimpin adat yang dijadikan tempat bertanya, dihormati, dan dijadikan teladan dalam bertindak dan bersikap,” ujar Rahmat.
Lebih jauh, ia juga mengingatkan betapa pentingnya peran aktif para pemangku adat dan para ninik mamak dalam membimbing dan mengarahkan kaum muda. Menurutnya, saat ini pengaruh dunia maya, kemajuan teknologi, serta berbagai informasi yang tersebar melalui media berkembang dengan sangat cepat, namun tidak semuanya memiliki isi yang baik atau sesuai dengan nilai yang dipegang oleh masyarakat setempat. Karena itu, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berhubungan dengan pembangunan fisik atau sarana, namun lebih berat lagi dalam membentuk pola pikir, jiwa, dan watak generasi penerus bangsa dan bangsa adat.
“Kami sangat berharap para pemangku adat mampu berdiri di garis terdepan dan menjadi benteng pertahanan yang kokoh, sehingga generasi muda kita tidak hanyut atau terpengaruh oleh dampak buruk dari kemajuan zaman dan penyebaran informasi yang tidak terkontrol. Nilai-nilai adat harus terus diajarkan, dihayati, dan dijadikan dasar dalam pembentukan kepribadian, agar kelak anak cucu kita tumbuh menjadi pribadi yang teguh pendiriannya, berbudi luhur, dan tidak melupakan jati diri asalnya,” tambahnya dengan tegas.
Seluruh rangkaian acara dijalankan sesuai aturan dan tahapan adat yang berlaku, di mana setiap bagiannya mengandung makna dan pesan tersendiri yang mendalam. Hal ini sekaligus menggambarkan besarnya tugas dan tanggung jawab yang kini dipikul oleh Andi Yusman. Dengan gelar kehormatan yang baru disandangnya, ia diharapkan mampu menciptakan dan memelihara suasana persaudaraan yang rukun dan damai di antara sesama kaum, memperkuat kembali nilai adat yang mulai terlupakan, serta turut berperan serta dalam mendorong segala bentuk kegiatan pembangunan di Nagari Katapiang dan wilayah sekitarnya.
Sepanjang acara, suasana dipenuhi perasaan haru dan rasa bangga dari seluruh yang hadir. Acara ditutup dengan doa bersama serta penyajian jamuan khas adat sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran prosesi tersebut. Momen ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar penerima gelar, namun juga bagi seluruh masyarakat, karena membuktikan bahwa tradisi dan nilai budaya Minangkabau masih tetap hidup, kuat, dan dijaga dengan baik hingga saat ini.
(Kominfo Padang Pariaman)
Penulis: Amar Piliang
