-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Padang Pariaman

https://www.mardatanews.com/2024/01/hadiri-malam-syukuran-bersama.html

Tag Terpopuler

Masjid Al Fauzan: Ikon Kapal Pesiar Setinggi 28 Meter Resmi Diresmikan, Simpan Filosofi Budaya Maritim Minangkabau

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T17:12:40Z

Terbit minggu,7 Juni 2026
 

Masjid Al Fauzan: Ikon Kapal Pesiar Setinggi 28 Meter Resmi Diresmikan, Simpan Filosofi Budaya Maritim Minangkabau

 

MardataNews. com-PADANG PARIAMAN – Setelah melalui proses pembangunan selama hampir lima tahun, Masjid Al Fauzan yang berdiri megah setinggi 28 meter di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, resmi diresmikan pada Sabtu (6/6/2026). Berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Minangkabau, masjid dengan desain arsitektur unik menyerupai kapal pesiar ini digadang-gadang menjadi ikon baru wisata religi sekaligus simbol kebangkitan budaya maritim di Sumatera Barat.

 

Peresmian berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, ST; Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H.; Wali Kota Pariaman, Yota Balad; unsur Forkopimda, pejabat pemprov dan pemkab, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati kawasan masjid.

 

Di balik kemegahan bangunannya, tersimpan gagasan besar yang lahir dari kecintaan terhadap dunia pelayaran. Menurut pengurus sekaligus Imam Masjid Al Fauzan, Ustaz Nurul Huda, konsep bentuk kapal ini berasal dari para penggagas dan donatur utama yang merupakan alumni Akademi Ilmu Pelayaran (AIP). Mereka tergabung dalam korps alumni yang memiliki visi menghidupkan kembali nilai bahari melalui gerakan Minang Bahari.

 

“Desainnya sengaja dibuat menyerupai kapal. Para pendiri ingin menghadirkan simbol kebangkitan budaya maritim yang telah lama melekat pada sejarah masyarakat Minangkabau,” jelas Ustaz Nurul Huda.

 

Pembangunan dimulai pada September 2021 setelah seluruh perizinan lengkap. Selama hampir lima tahun prosesnya, harapan besar dipegang teguh agar keunikan bentuk ini menjadi daya tarik positif. “Awalnya orang mungkin datang karena penasaran atau ingin berfoto, tapi kami berharap ketertarikan itu berlanjut hingga mereka mau beribadah dan menjadikan masjid ini bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya masjid yang memiliki karakter berbeda dari kebanyakan tempat ibadah. Ia menegaskan bahwa nilai utama masjid bukan pada kemegahan fisiknya, melainkan manfaatnya bagi umat.

 

“Masjid ini menjadi daya tarik tersendiri, namun yang terpenting adalah agar ia benar-benar menjadi pusat pembinaan umat, mempererat ukhuwah, dan memotivasi generasi muda untuk semakin dekat dengan agama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengaku terkesan dengan kualitas bangunan dan makna filosofis yang diusungnya. “Mungkin bukan satu-satunya masjid berbentuk kapal di Indonesia, tapi ini salah satu yang terbaik. Desainnya sangat relevan dengan sejarah leluhur kita yang dikenal sebagai pelaut ulung,” ungkapnya.

 

Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Al Fauzan juga dilengkapi fasilitas lengkap, termasuk penginapan gratis bagi musafir. Hal ini dinilai mencerminkan fungsi masjid sebagai rumah bagi semua orang.

 

Kini, dengan arsitektur ikonik, nilai sejarah yang kental, dan fasilitas yang memadai, Masjid Al Fauzan resmi menjadi landmark baru di Padang Pariaman. Diharapkan bangunan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata religi, tetapi juga pusat syiar Islam yang mampu menumbuhkan semangat maritim sekaligus kemakmuran umat.

 

Penulis: Amar Piliang

Sumber: Rilis Kominfo Padang Pariaman.

Bolasport

×
Berita Terbaru Update