Terbit Rabu,19 November 2025
Bupati JKA Siap Implementasikan Ilmu KPPD 2025 untuk Tingkatkan Kepemimpinan dan Pelayanan Publik di Padang Pariaman
MardataNews.Com-Jakarta – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyatakan kesiapannya untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dari Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025. Hal ini disampaikan usai penutupan KPPD yang berlangsung di Jakarta, 18 November 2025.
MardataNews.Com-Jakarta – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menyatakan kesiapannya untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dari Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025. Hal ini disampaikan usai penutupan KPPD yang berlangsung di Jakarta, 18 November 2025.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi para kepala daerah untuk meninggalkan praktik lama yang tidak produktif, termasuk tindakan koruptif, serta membangun integritas dan profesionalisme dalam kepemimpinan.
“Kita minta kepala daerah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama dan menjauhi praktik korupsi. Fokusnya harus pada membangun integritas,” tegas Bima Arya.
Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa KPPD Angkatan II berlangsung sejak 5–18 November 2025 dan mencakup pendidikan di Lemhannas RI, Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP) di Singapura, serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri. Para peserta mempelajari tata kelola pelayanan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah, dan transportasi, serta menerima pengarahan langsung dari sejumlah tokoh penting di Singapura.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan rasa bangga dan antusiasmenya mengikuti seluruh rangkaian KPPD 2025.
“Satu kata: keren. Saya belajar banyak tentang peran dan sikap pemimpin, bagaimana mengambil keputusan, dan bagaimana memimpin dalam berbagai situasi,” ujarnya.
JKA menegaskan bahwa seluruh ilmu yang diperolehnya sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat ini.
“Pembelajaran ini memperkuat komitmen saya untuk memimpin Padang Pariaman dengan lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa berbagai materi yang diterima selama KPPD akan segera diterapkan, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan birokrasi, serta percepatan pembangunan daerah.
KPPD Angkatan II merupakan program kolaborasi antara Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Low Tuck Kwong Foundation, Lemhannas RI, Kemendagri, serta LKYSPP, National University of Singapore.
Selama pelatihan di Singapura, peserta mendapat materi kelas dan melakukan kunjungan lapangan ke berbagai institusi yang menjadi rujukan tata kelola modern, di antaranya: TuasOne Waste to Energy Plant, Punggol New Town, ST Engineering InnoSuite, ITE College East, Singapore City Gallery, Marina Barrage.
Peserta juga menerima pemaparan tentang reformasi pendidikan, transformasi layanan kesehatan, inovasi digital governance, dan praktik tata kelola kota yang efektif.
Salah satu sesi paling berkesan adalah Closing Dialogue bersama Coordinating Minister for Public Services sekaligus Minister for Defence Singapura, Chan Chun Sing. Dalam dialog tersebut, Chan Chun Sing menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, ketahanan institusi, serta profesionalisme birokrasi dalam menghadapi tantangan global dan lokal.
Kutipan Rlis Kominfo
Penulis :Amar Piliang
