Kita Tak Abaikan Korban Bencana!" – Bupati Padang Pariaman Jamin Relokasi Meski Dana Terbatas
MardataNews. com-PADANG PARIAMAN, – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersikeras tidak akan meninggalkan masyarakat yang terkena dampak banjir dan longsor. Meskipun keuangan daerah terbatas, upaya untuk menyelesaikan masalah hunian mereka terus dilakukan.
Komitmen ini disampaikan Bupati John Kenedy Azis saat membuka Sosialisasi Hunian Tetap (Huntap) Tahan Gempa RISHAM di Aula SMAN 1 Lubuak Aluang, Sabtu (17/1/2026). Acara ini khusus untuk warga yang tinggal di kawasan zona merah pascabencana.
Jawab Pertanyaan Warga
Saat acara berlangsung, seorang warga dari Tanah Taban, Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Aluang, bertanya tentang kepastian relokasi bagi 74 kepala keluarga (KK) yang saat ini tinggal di zona bahaya.
“Kami tidak pernah berpikir untuk meninggalkan saudara-saudara kita yang terkena bencana,” tegas Bupati.
Tidak Mau Beri Janji Manis
Namun, Bupati juga mengatakan tidak ingin memberikan harapan palsu. Kondisi keuangan daerah saat ini belum cukup untuk membeli lahan relokasi bagi semua penerima manfaat.
“Saya tidak mau berkata hal yang tidak bisa saya wujudkan. Saat ini, kita memang belum mampu menyediakan lahan untuk semua calon penerima huntap,” jelasnya.
Upaya Pencarian Lahan Berlanjut
Meskipun demikian, pencarian lahan relokasi telah dilakukan secara intensif sejak masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah daerah bekerja sama dengan tokoh masyarakat, donatur, dan juga menghubungi pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan.
Bupati juga mengapresiasi sosialisasi yang digagas Tim Relawan Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya, teknologi material bangunan tahan gempa yang ditawarkan bisa jadi solusi alternatif, meskipun programnya memiliki unsur bisnis.
“Ini bisa jadi jalan bagi kita untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari pusat,” ucapnya.
Langkah Konkrit Sudah Dilakukan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DLHPKPP) Andri Satria Masri mengkonfirmasi bahwa upaya tersebut sudah berjalan.
“Baru dua hari lalu, saya menyusun surat untuk meminta hibah lahan dari dua kementerian yang punya lahan di Asam Pulau dan Talao Mundam,” ungkap Andri.
Ia juga menambahkan, pihaknya telah dua kali berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera Barat dan berkomunikasi dengan PT PLN terkait lahan di kawasan Asam Pulau.
Teknologi Tahan Gempa Jadi Alternatif
Ketua Relawan ITB’79 Ir. Doddy Sudradjat menjelaskan bahwa timnya datang sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana. Program mereka sudah berjalan di Palupuah, Kabupaten Agam.
“Untuk Padang Pariaman, kita akan lakukan asesmen dan menggunakan material bangunan tahan gempa yang sudah diuji oleh Kementerian PUPR,” jelas Doddy.
Tim juga berencana membuat workshop di kecamatan terdampak agar produksi material bisa dilakukan secara lokal, sehingga lebih murah dan efisien.
Banyak Pihak Terlibat
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Kominfo, Kalaksa BPBD, para camat dari tiga kecamatan terdampak, serta wali nagari, wali korong, dan warga penyintas bencana.
Kutipan Rilis media
Penulis:Amar Piliang
